Postingan

Time Management, Kok Yang Lain Bisa Sih?

 Halo, it's me, Yuka Chau. Kali ini bahasan kita berat ya, hehehe. Jujur, aku juga nggak paham sama kepribadianku satu ini. Kayak, kalau ada gerai kosong di kepala, isinya bukan Mixue, tapi random talks yang berat modelan begini. Oke, mari kita mulai. Aku bersyukur terlahir dengan keadaan yang memaksaku untuk berpikir dewasa dan mandiri sedari kecil. Dari dulu, uang bekalku terbatas dan juga dengan waktu yang terbatas aku harus menyelesaikan semua tugasku. Sebenarnya, mengatur waktu itu mudah kok, cuma kebanyakann orang pasti lebih suka bertahan di zona nyaman. Karena, mengatur waktu itu perlu keluar dari zona nyaman kita. Setelah pengalaman bertahun-tahun, managemen waktu itu membutuhkan komitmen dan pengaturan yang baik seperti namanya. Berarti nggak boleh proskinasting dong? Dalam konteks seperti apa? Berapa lama? Jujur karena aku seorang deadliner, jadi aku terkadang menunda pekerjaanku, tapi karena aku orangnya perfeksionis dalam hal jadwal, aku juga nggak mau keteteran. Dan d...

#BeraniKePsikeater Part 7

 Hai, gimana kabar kalian sebulan ini? Lebih banyak kabar baik atau buruk? Aku dapet kabar baik sih, Sini sini, liat ceritaku kontrol lagi yuk, Bulan ini oke banget. Aku ngerasa happy banget. Tapi tumben banget nunggu lama banget buat periksanya. Pas antri, aku ketemu pasien yang baru pertama ke psikeater dan degdegan. Aku coba kasih saran. Bukan saran yang muluk-muluk, tapi sekedar saran untuk cerita semua keluhan dan percaya sama dokternya. Berusaha supaya dia nggak self diagnose juga.  Nah, pas pasien baru itu udah masuk ruang rawat, ada ibu-ibu anterin anaknya periksa. Ibunya kira aku saudara pasien yang aku ajak ngobrol tadi, aku senyum nahan tawa sih. "Nggak Bu, saya pasien juga," balasku sopan. Ibunya kaget lagi, "Adik nggak kelihatan sakit lho."  Aku senyum lagi, "Iya, temen-temen saya juga kalau saya nggak kasih tau, mereka nggak bakalan tau saya sakit jiwa," Ibu itu akhirnya sadar, kalau banyak pasien sakit jiwa malah nggak terlihat seperti orang...

#BeraniKePsikeater Part 6

 Hei hoo Sudah sebulan aja ternyata. Dan maaf kalau bulan ini telat, laptopku lagi eror beberapa hari ini. And, I have bad news for this month. Well, ini tuh bulan kesukaanku. Karena bulan ini, di daerahku itu langit cerah banget sepanjang bulan. Tipe cuaca yang aku suka, tapi bulan ini juga bulan peringatan kematian kakekku dan karakter anime yang kusuka. Ya, aku cewek wibu (kata orang, padahal saya sih masih sayang banget sama Indonesia). Kalau kalian ngerasa aneh aku suka nangis gara-gara anime, ya nggak apa. Soalnya kalian nggak tahu mereka bantu aku banget selama ini.  Sedikit gambaran, aku ulang tahun ditanggal 5, tanggal ulang tahun karakter yang kusuka itu tanggal 8. Besoknya, peringatan setahunnya kakekku. Aku sudah punya feeling yang jelek dan berharap nggak sampai aku benci bulan kesukaanku ini. Biasanya, kalau aku berduka, itu selesai di hari itu. Nangis sepuasnya di hari itu. Berarti tanggal 8-9 itu memang full nangis sampai mata bengkak. I just don't wanna see an...

#BeraniKePsikeater Part 5

 Yuhuuu Cepet banget kayaknya sebulan ya, Siapa nih fans nya Detective Conan? Akhirnya aku bisa nonton Detective Conan Movie 25. Nontonnya sendiri, karena nggak ada temenku yang suka nonton Conan. Terus nih ya, bioskopnya jauh T.T dan aku bisanya cuma weekend. Jadi aku berangkat dari kotaku dengan mood yang sangat baik jam 8.30 pagi menuju kota sebelah dengan waktu tempuh 3 jam. Udah sampai nih, aku tinggal ambil tiketnya karena udah booking sebelumnya, sama beli minum, terus foto pengantinnya dan masuk ke studio menikmati filmnya. Kita review filmnya di post yang beda ya, hihi. Nah, setelah selesai filmnya, aku jalan-jalan dulu di mall nya, masih mikir mau makan apa hihi (tapi akhirnya pulang tanpa makan di mall karena dompet kismin haha). Terus udah keluar mall, akhirnya cari-cari tempat makan deket SPBU. Setelah isi tenaga diri sendiri dan motor, aku pun tancap gas menuju rumah. Di sini nih, mulai ada keanehan, memang sih, aku dikejar waktu untuk dateng rapat jam 7, dan aku baru...

#BeraniKePsikeater Part 4

 Hai hai hai, Nggak beraturan banget ya post nya, hehe Kontrol keempat ini rada sibuk gaes, Siangnya, yah sekitar jam 11 itu, aku anterin sepupuku buat beli alat tulis. Terus jam 1an itu ke kampus kan, eh temenku malah minta dianterin ke salon. Terus nih terus, aku iseng liat rambutku, soalnya potongannya nggak rata (ini tuh karena aku yang nggak mau goresin tangan. Jadinya kayaknya lebih baik potong rambut, dan potong rambut itu bisa tergantung mood. Parah banget pokoknya saat itu.), jadi hari itu aku mutusin buat rapihin rambutnya di salon, baru akhirnya dipanjangin. Nah, karena di salonnya lumayan lama, aku datang ke rumah sakit buat kontrol itu jam 4 sore. Pas banget aku sampai, langsung dipanggil. Ternyata oh ternyata, dokter yang biasa nanganin aku lagi cuti. Jadinya diganti sama dokter lain. Yah, sesi konseling pun dimulai. Nggak ada perkembangan karena stressor ga jalan. Jadi ya hepi hepi aja tuh. Yah, karena stressor ga jalan, aku gabisa membiasakan diri, ya obatnya masih ...

#BeraniKePsikeater Part 3

 Hai hai hai, It's been a long time nggak bincang tentang konselingku. Baru episode 3, semoga kalian nggak bose sama ocehanku ya, hehe. Halo, akhirnya aku konseling ke-3. Hari ini tuh ngantri lama banget (karena aku lupa banget untuk reservasi online lebih awal). Aku dapet antrian online   no 26. Itu datengnya jam 3.30 sore, dipanggilnya jam 4.30 sore. Setelah masuk, dokternya ya gitu pasti, nanya perkembangan. Konseling kali ini tuh, aku diajak ketawa sama dokternya. Kita cerita satu sama lain, tentang orang yang nggak sadar kalau sebenernya dia itu sakit. Dan gimana aku seharusnya mengontrol mindset yang kupunya. Kata psikeaterku, "Mau selama apapun kamu minum obat, kalau mindset -mu nggak diganti, nggak bisa stabil emosimu.". Dan ya, aku juga udah set mindset yang disarankan dokterku. Ini lagi proses pengontrolan emosi. Dan, konseling kali ini pun, obatnya masih. Kayaknya memang hari ini lagi banyak pasien deh, di apotek aku nunggu satu jam buat ambil obatku. Satu lagi...

#BeraniKePsikeater Part 2

 Yuhuuu, lama ya? Ah lagian kalian emang niat nungguin ini? Oke, di part dua ini, tentu aja aku mau ngobrol konseling keduaku. Evaluasinya, seminggu setelah konseling pertama. Seperti biasa dokternya akan nanya perubahan yang terjadi sama kita. Aku juga cerita gimana perubahanku. Setelah ditanya-tanya sama dokternya, ya pemeriksaannya selesai. Obatnya masih sama, jadi aku nebus obat dulu di apotek.  Pendek ya? tapi serius, kontrol keduaku juga pendek banget. Karena emang nggak ada keluhan apa dalam jangka waktu seminggu itu. Oke, ketemu sebulan lagi ya, See You

Akhirnya Berani ke Psikeater

 Hai hai hai, Yuka Chau come back. It's been a long time guys, how are you? Okay, kali ini bukan review buku, tapi aku mau cerita ke kalian. Seperti judulnya, cerita kali ini tentang aku dan penyakitku. Oke, mari aku jelaskan. Jadi sebenernya, aku punya keinginan untuk 'hilang dari dunia ini' dari kelas 3 SMP, sekitar 7 tahun yang lalu. Waktu itu, aku juga dapet banyak verbal bullying dari temen-temen sekelas. Dan aku kira itu hal biasa, jadi lewat begitu aja. Terus, ketika MOS-Masa Orientasi Sekolah (kali aja pada lupa kepanjangannya wkwk)-SMA, aku yang telat dan khawatir banget, minta nenekku untuk kepangin aku. Pada saat itu, langsung spontan bilang begini ke nenekku keinginanku untuk bunuh diri. Aku nggak bisa lihat ekspresi nenekku, tapi aku tau beliau kaget. Beliau diem sebentar, terus nasehatin aku, kalau aku nggak boleh nyerah, selesai tugasnya seberapa pun, berarti dikumpulnya segitu aja. Dan setelah itu, aku melewati semua hari dengan biasa, tapi keinginan bunuh d...

Apakah Usaha Kartini Sia-sia?

Hai, udah lama nih nggak nulis di Jurnal, kali ini, setelah nonton film Kartini (directors cut) di bioskoponline.com. Tiba-tiba mikir, perempuan sekarang, apakah usaha Kartini sudah membuat perempuan mendapatkan hak nya?  Edit: Aku baru berani posting hari ini, 21 April 2022 Langsung cuss kuy Apakah Usaha Kartini Sia-sia?  Bertahun-tahun setelah Kartini memperjuangkan hak wanita agar sama dengan pria, apakah usahanya itu sudah berhasil? *tulis di komen ya Sebelum itu, mari kita lihat isu belakangan ini. Perempuan masih menerima ketimpangan pandangan masyarakat. Yah, di lingkungan patriarki seperti Indonesia sulit untuk meyakinkan masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan masih bisa berjalan beriringan. Namun, seorang perempuan masih saja terkekang, tidak diberikan pilihan.  "Ngapain lanjut S2? buang-buang waktu tahu nggak." "Udah 26 kan tahun ini, kapan nikah? Mau jadi perawan tua?" "Ngapain sih sekolah tinggi-tinggi, nanti juga jadi ibu rumah tangga." Tiga...

REVIEW Tentang Kita Yang Tak Mengerti Makna Sia-Sia

Gambar
  Tentang Kita Yang Tak Mengerti Makna Sia-sia   Judul                   : Tentang Kita Yang Tak Mengerti Makna Sia-sia Penulis                 : Pradnya Paramitha Penerbit               : - (Distribusi oleh belibuku.fiksi) Tahun terbit        : 2021 Jumlah halaman : 510 halaman   Blurb: Sudah jatuh, tertimpa tangga, terinjak-injak pula. Barangkali itu kiasan yang tepat untuk hidup Nana. Di usia 28 tahun, ia kehilangan pekerjaannya. Kantornya terus menerus merugi dan akhirnya gulung tikar. Jangankan mendapat pesangon, gajinya selama 3 bulan terakhir saja belum dibayarkan. Setelah kehilangan pekerjaan, Nana juga diusir dari kontrakannya karena tidak bisa membayar. Lucas, pacarnya selama empat tahun terakhir, juga tak membantu. Malahn pria itu menikamnya di saat-saat terburuk. Menjadi pengangguran, tak punya tempat...

REVIEW All That is Lost Between Us

Gambar
  All That is Lost Between Us   Judul                   : All That is Between Us Penulis                 : Winna Efendi Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit        : 2021 Jumlah Halaman   : 304 halaman   Blurb: “It’s good to see you, Bee” Bee dan Bas. Dulu sekali, kami pernah menjadi kesatuan dalam kalimat yang sama. Sebelas tahun yang lalu, Bee meminta Bas untuk pergi. Dokter ahli bedah pediatri tersebut pindah dari kota ke kota, bekerja di berbagai rumah sakit, sebelum berakhir di klinik sederhana di kota kecil pedalaman Australia. Di sana, Bas akhirnya memutuskan berhenti berlari, kembali ke Melbourne, dan memulai segalanya dari awal. Di sisi lain, Bee menenggelamkan diri dalam pekerjaannya sebagai dokter Unit Gawat Darurat dengan segala kekacauannya. Dia sama sekali tidak menyangka a...

If Book Disappear from My Life

  Hai, ketemu sama aku lagi, Yuka_Chau. Kali ini aku mau sampaiin perasaanku tentang buku. Nggak ada rencana sih, Jadi, maaf ya kalau bahasannya ngalor ngidul. Dan sialnya aku ketik ini pas tugasku belum selesai. Bisa-bisanya diriku. Oke, sesuai judul, gimana kalau aku selama ini nggak punya minat baca buku atau buku koleksiku dihilangkan dari hidupku? Topik ini terpikirkan olehku ketika aku rebahan sambil mandangin rak buku yang berisi koleksiku 7 tahun terakhir. Nggak kebayang ngumpulin mereka ternyata perlu perjuangan. Btw, kalau kalian mau sharing soal koleksi kalian komen ya. Kita sharing bareng. Aku itu udah tertarik baca mulai dari kecil, nggak inget umur berapa. Awalnya sih, tertarik sama lagu dulu. Sok nyanyi bahasa Inggris padahal nggak hapal lirik hahaha. Terus mulai dibeliin kaset operet bobo yang misteri naga ungu. Puter deh sampai bosen. Langganan bobo sama donald bebek juga. Pokoknya memang dari dulu hidupku nggak pernah jauh dari cerita. Entah itu lewat film atau bu...

REVIEW Aranindy - The Antagonist Program

Gambar
  The Antagonist Program   Judul                      : The Antagonist Program Penulis                    : Aranindy Penerbit                 : Penerbit Clover- M&C Tahun terbit          : 2020 Jumlah halaman      : 341 halaman   Blurb : Sejak awal, Galen Devabrata dan Mari Sahir adalah pemeran utama dalam program Sang Ratu Pilihan. Orang-orang meyakini keduanya sebagai sang protagonist dalam reality show tersebut. Namun, kehadiran Elora Pratista sebagai tokoh antagonis telah berhasil mengacaukan hati dan pikiran Galen. Selama empat bulan penuh ketiganya diwajibkan menghabiskan waktu bersama. Lalu, siapakah yang akan dipilih Galen? ...

Judes banget deh, ga usah diajak tuh.

 Hai, hari ini aku balik lagi. Nggak tahu deh kenapa pengen banget nulis di sini. Well, i'll share what i feel lately Aku yakin, banyak pendapat 'aku itu orang yang seperti apa' kalau aku tanyain ke orang-orang. Pasti ada yang menganggap aku ramah, atapun jutek yang nggak bisa didekati. Well, nggak salah. Yang namanya pendapat orang, it's okay . Sejujurnya, aku melihat diriku itu sebagai orang yang memperlakukan orang lain sebagai cermin. Apa yang mereka tunjukkan padaku, itulah yang akan aku tunjukkan pada mereka. Aku akui memang, ketika awal bertemu, wajahku judes. But, here Iam . Wajahku memang diciptakan seperti itu, nggak dibuat-buat. Ditambah, aku tipe yang sulit memulai topik dan lebih suka berdiam diri mengamati orang lain. Makin deh, orang-orang nganggep aku judes dan nggak bisa dideketin. Padahal tuh, kalau ada yang mau ngobrol sama aku ya hayuk aja sih. Aku ga milih temen bicara, selama topiknya masih bisa aku imbangin dan juga nyaman. Dan, kalau kalian kete...

Baksound List Sahlil Ge The Girl From Tomorrow

 Hai, hai, hai, Udah baca postingan aku sebelumnya kan? Yuhuu, aku mau kasi kalian list backsound yang direkomendasiin Kak Ge di wattpad. Aku bakalan kasih keterangan lengkap. Mulai dari judul chapter, lagunya, sama dari halaman berapa diputer (bila perlu). Dan ada juga lagu rekomendasiku. Kuy cek out Yang aku bold itu judul chapternya, hukay Chapter 1-5, no music ya. Chapter 6 Sinkronisasi Semesta,  Sleeping at Last - Saturn (diputar dari hal. 68) Chapter 7 A Soul Whoo Need to be Sved , Coldplay - Champion of The World (diputar dari hal. 77. Mulai dari kalimat 'Sidney tiba belasan menit sebelum Kikan) Chapter 8 Kausa , Coldplay - Sunrise Chapter 9 1999 , De Maynes-Autumn Color, dan  Sleeping at Last - Mind (diputar dari hal. 107. Juno POV) Chapter 10 Manusia Setengah Malaikat , Sleeping At Last - Five Chapter 11 Dimensi , Sleeping At Last - Saturn Chapter 12 Melati, Antara Ada dan Tiada , Sleeping at Last - Saturn (rekomendasiku) Chapter 13 Breath , Sleeping At Last - Ca...

REVIEW Sahlil Ge - The Girl From Tomorrow ~1st book Sinestesian Series~

Gambar
  Judul : The Girl From Tomorrow Penulis : Sahlil Ge Penerbit : Bentang Belia Tahun terbit : 2021 Jumlah halaman : 344 halaman Blurb : Juno kebingungan menyaksikan tornado angin disertai guguran daun maple tak jauh dari tempatnya berdiri. Daun maple di Jakarta? Keanehan semacam ini mulai ditemuinya sejak mengenal Lana, gadis misterius yang mencuri perhatian Juno sejak pertama. Juno yang penasaran dengan Lana meminta Kikan, sahabatnya, untuk mendekatkan mereka. Juno, dan mungkin Kikan tak menyadari kehadiran Lana akan berbahaya bagi mereka. Ancaman untuk perasaan Kikan, juga untuk nyawa Juno. Sepanjang menyelami latar belakang Lana, Juno semakin terjerumus pada berbagai kejadian janggal, bahkan dirinya mendadak berevolusi! Apa yang sebenarnya dia hadapi? Fakta-Fakta mengejutkan datang dari masa depan siap mengombang-ambingkan Juno, Lana, dan Kikan dalam deru perasaan yang rumit. Bahkan, konflik yang timbul menyebabkan paradox waktu yang menyakitkan. Review : H...

REVIEW The Wind Leading to Love - Ibuki Yuki

Gambar
  The Wind Leading to Love Judul                     :The Wind Leading to Love ( 風持ちの人 —Kaze Mochi no Hito) Penulis                   :Ibuki Yuki Penerjemah             : Mohammad Ali Penerbit                :Haru Tahun Terbit         :2015 Jumlah Halaman     :342 halaman   Blurb : Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup Suga Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah sebuah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur bernama Fukui Kimiko. Fukui Kimiko kehil...

REVIEW Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

Gambar
  Judul           : Some Kind of Wonderful Penulis         : Winna Efendi Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2017   Blurb : Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sidney dengan dalih menggapai impian sebagai koki, walau alasan sebenarnya untuk mengindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik. Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ...