REVIEW The Wind Leading to Love - Ibuki Yuki
The Wind Leading to Love
Judul :The Wind Leading to Love (風持ちの人—Kaze Mochi no Hito)
Penulis :Ibuki Yuki
Penerjemah : Mohammad Ali
Penerbit :Haru
Tahun Terbit :2015
Jumlah Halaman :342 halaman
Blurb :
Rasa
sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup
Suga
Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota
pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah
sebuah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur
bernama Fukui Kimiko.
Fukui
Kimiko kehilangan anak dan suaminya, dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai
penyebab kematian mereka berdua. Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk
berbahagia.
Setelah
menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, Kimiko menawarkan bantuan pada
pria itu untuk membereskan rumah peninggalan ibunya agar layak dijual. Sebagai
gantinya, wanita itu meminta Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang
disukai anaknya.
Mereka
berdua semakin dekat, tapi…
Review :
Woah,
akhirnya selesai haha. Jujur, aku sengaja melambatkan kecepatanku baca novel
ini padahal ceritanya bagus banget. Cerita dikit, novel ini pertama kulihat dua
tahun lalu di supermarket dekat rumahku. Karena nggak ada uang, aku nggak jadi
beli. Pas aku coba lihat lagi, udah hilang dong novelnya. Ya udah sih ya,
pikirku. Terus nemu nih, promonya Owlbookstore. Ada novel ini dengan harga
miring. Serius semiring itu sampe aku heran sendiri karena pas dating itu asli
dan kualitasnya masih bagus. Embat aja deh, daripada nyesel. Beneran kan, aku
yakin aku bakalan nyesel kalau aku nggak dapat novel ini.
Novelnya
novel dewasa lho ya, hati-hati bacanya. EH kalau kalian berharap novel ini
isinya cuma adegan dewasa, jawabannya bukan. Aku bilang dewasa karena novel ini
nggak dibuat dengan romansa remaja. Kisahnya berpusat pada kehidupan berumah
tangga dan konflik di dalamnya.
Aku
belajar banyak banget dari novel ini. Iya, aku selalu dapet pesan yang keren
dari novel yang aku beli. Awalnya, aku nggak ngira bahasan novel ini akan
seberat ini karena aku enjoy aja bacanya. Kirain umurnya Tetsuji sebaya sama
Liam di Some Kind of Wonderful nya
Winna Efendi, eh ternyata kagak dong haha. Oh iya, cerita ini mirip sama Some Kind Of Wonderful. Belajar
menemukan setelah kehilangan. Kalau kalian suka cerita Liam Kendrick menemukan
Rory, kalian pasti suka bagaimana Tetsuji dan Kinko bertemu.
Awalnya
aku ingin Tetsuji kembali saja pada keluarganya, mencoba menjadi keluarga yang
harmonis sekali lagi. Tapi akhirnya aku paham, kalau tidak semua bisa kembali
lagi. Yuka—anak Tetsuji—malahan lebih dewasa dari aku yang katanya sudah dewasa
ini (Iya, aku nggak sadar nama kita sama, nasib kita pun sama hahaha).
Ibuki
sensei menghadirkan konflik yang berat dengan bahasa yang ringan—nggak terlepas
dari penerjemahnya juga loh ya—dan tanpa sadar aku sudah menyelesaikannya. Aku
mencintai bagaimana Kinko san dan
Tetsu san menjelaskan padaku hal-hal
yang terjadi di dalam rumah tangga. Bagaimana mereka mencari arti kebahagiaan.
Aku 13
tahun yang lalu adalah Erin chan yang
ingin keluarganya kembali lagi hahaha. Yah pokoknya novel ini memang sebagus
itu. Aku belajar untuk mengikhlaskan orang yang memang sudah tidak bisa
disatukan lagi. Aku belajar untuk mencari kebahagiaan dan apa itu keluarga. Dan
yang paling penting, dengan novel ini aku semakin paham ada hal yang tidak
boleh dipaksakan dalam sebuah rumah tangga.
Terima
kasih Tetsu san, Kinko san. Pesan
kalian akan selalu aku ingat.
Sampai
jumpa

Komentar
Posting Komentar