Judes banget deh, ga usah diajak tuh.

 Hai, hari ini aku balik lagi. Nggak tahu deh kenapa pengen banget nulis di sini.


Well, i'll share what i feel lately

Aku yakin, banyak pendapat 'aku itu orang yang seperti apa' kalau aku tanyain ke orang-orang. Pasti ada yang menganggap aku ramah, atapun jutek yang nggak bisa didekati. Well, nggak salah. Yang namanya pendapat orang, it's okay.

Sejujurnya, aku melihat diriku itu sebagai orang yang memperlakukan orang lain sebagai cermin. Apa yang mereka tunjukkan padaku, itulah yang akan aku tunjukkan pada mereka. Aku akui memang, ketika awal bertemu, wajahku judes. But, here Iam. Wajahku memang diciptakan seperti itu, nggak dibuat-buat. Ditambah, aku tipe yang sulit memulai topik dan lebih suka berdiam diri mengamati orang lain. Makin deh, orang-orang nganggep aku judes dan nggak bisa dideketin.

Padahal tuh, kalau ada yang mau ngobrol sama aku ya hayuk aja sih. Aku ga milih temen bicara, selama topiknya masih bisa aku imbangin dan juga nyaman. Dan, kalau kalian ketemu aku yang diem ketika ngegosip, bukannya nggak mau gabung, tapi aku itu tipe yang 'selama orang itu ga gangguin aku, ya bodo amatlah' tapi aku tetep dengerin pendapat kalian lho. Yup, aku tipe yang netral aja, walaupun yang salah itu temenku, salah ya salah. But, i will never leave their side. Banyak yang nggak tahu hal itu sayangnya.

Aku sempet nggak disukain temen karena aku tipe yang netral. Dia itu pengen aku ada di pihaknya dia padahal kedua pihak salah. No, I can't. Salah ya salah. Dan mungkin karena itu, aku mulai dijauhin. But, it's okay. Salah satu motoku itu adalah pergi ketika kamu sudah tidak dihargai. Jangan mencoba untuk fit in, ketika hal itu  akhirnya menyakiti dirimu. Kebahagiaanmu itu, hanya kamu yang bisa menentukan. Dan ketika mereka ga suka aku, perlahan, aku mulai menghilang dari circle mereka. Atau lebih tepatnya mereka aku pindahkan ke circleku yang lain.

What is circle? Oke, aku itu mengelompokkan orang sesuai dengan urgensi dan tingkat kedekatannya denganku. So, if you think you know who Iam, be careful. Maybe you don't understand me at all. Circle terdalamku adalah sahabatku. Dua orang yang selalu ada. Yang sering berantem karena hal sepele, yang kalau ngumpul kerjanya rebahan. Dan sisanya ada di luar itu. Just friend. Ada sih, yang mendekati circle terdalamku, cuma ada 8 orang. Sisanya yang dia pikir dia tahu aku padahal sebenarnya tidak.

Karena aku tipe yang fast respon, ada beberapa orang juga yang nganggep aku baik, ramah. Padahal aslinya aku cuek. Iam who Iam, kalau suka silahkan, kalau nggak juga silahkan. Aku nggak punya hak buat larang. Dan ketika aku tidak berminat pada sebuat obrolan di chat, aku pasti akan mendiamkannya. Atau ketika aku sibuk menonton dan membaca, aku diemin lah, klo ga penting dan ga menarik. Lebih baik kalian itu kalau mau minta bantuan atau apa. Kasih tahu langsung tujuan kalian chat apa. Kalau nggak ya orang bakalan males balesin chat kalian. Apalagi orang sibuk ya kan.

Temenan tuh, cari yang bikin kita nyaman. Buatku, ketika mereka memintaku merendah, aku malah akan pergi meninggalkan mereka dan menganggkat daguku. Aku bukan boneka kalian yang bisa kalian buat untuk memohon. Mohon maaf, aku nggak serendah itu. Aku nggak gila hormat, seperti yang aku bilang tadi, apa yang kalian lakukan padaku, aku akan melakukan itu. Aku nggak peduli kalian udah sedeket apa sama aku, kalau kalian masih buat aku nggak nyaman di samping kalian, aku lebih memilih selamat tinggal. Kalian bukan orang yang tepat untukku.

Dan mungkin, kalian yang baca ini juga nggak paham aku seperti apa, karena jika menyangkut manusia, seseorang perlu dipelajari seumur hidup.

See You,


Yuka_Chau

Singaraja, 17 Mei 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#BeraniKePsikeater Part 3

#BeraniKePsikeater Part 4

If Book Disappear from My Life