REVIEW Tentang Kita Yang Tak Mengerti Makna Sia-Sia
Tentang Kita Yang Tak Mengerti Makna Sia-sia
Judul : Tentang Kita Yang Tak
Mengerti Makna Sia-sia
Penulis : Pradnya Paramitha
Penerbit : - (Distribusi oleh belibuku.fiksi)
Tahun
terbit : 2021
Jumlah
halaman : 510 halaman
Blurb:
Sudah jatuh, tertimpa tangga, terinjak-injak pula. Barangkali
itu kiasan yang tepat untuk hidup Nana. Di usia 28 tahun, ia kehilangan
pekerjaannya. Kantornya terus menerus merugi dan akhirnya gulung tikar.
Jangankan mendapat pesangon, gajinya selama 3 bulan terakhir saja belum
dibayarkan.
Setelah kehilangan pekerjaan, Nana juga diusir dari
kontrakannya karena tidak bisa membayar. Lucas, pacarnya selama empat tahun
terakhir, juga tak membantu. Malahn pria itu menikamnya di saat-saat terburuk.
Menjadi pengangguran, tak punya tempat tinggal, dan sepaket
tagihan serta utang yang harus dilunasi, membuat Nana kalang kabut mencari
solusi. Satu-satunya orang yang bisa membantu adalah Jagad, sahabat
konglomeratnya di bangku kuliah, yang selama ini ia hindari.
Nana tahu bahwa menerima bantuan Jagad bukanlah pilihan yang
bijak. Namun, untuk bertahan hidup saat ini, Nana memang tak punya banyak
pilihan, bukan?
Review:
Glad finally I can finish
this book. Buku ini mengisahkan tentang anak
konglomerat, Jagad Asamasta Pangestu dan perempuan pekerja keras mandiri,
Renjana Adya Citta a.k.a Nana. Sumpah ya, aku seneng banget bisa baca cerita
mereka. Kisah yang nggak mudah dan nggak mengenal kata sia-sia.
Berawal dari teman satu kelompok di kampus, terus Jagad mulai
diam-diam memperhatikan Nana, tapi tidak berani mendekatinya karena rumor Nana benci cowok kaya dan populer. Bertahun-tahun
Jagad memendam perasaannya, hingga akhirnya mereka resmi berpacaran.
Yah, seperti yang kalian pahami, kesenjangan sosial pun muncul
sebagai masalah. Keluarga Pangestu yang tajir melintir bikin ginjalku
bergoyang. Bayangin aja, arisan $5000. Kalau aku sih kayaknya perlu jual organ
dulu supaya bisa ikutan.
Perjalanan mereka pun nggak semudah itu. Yah, namanya juga
rakyat jelata. Suka sama konglomerat dibilang nggak tulus, maunya porotin duit,
dan sebagainya lah. Emosi aku tuh sama Ibu Liliana Pangestu. Emosi sangat.
Bawaannya mau nangis mulu. Sulit emang lawan emak-emak.
Yah, intinya setelah perjalanan panjang itu, Jagad dan Nana
menemukan jalannya. Perjalanan yang benar-benar panjang. Saking panjangnya,
banyak yang antri buat jadi sugar baby-nya
Jagad hahaha. Abisnya Jagad masih ganteng dan single diumur 42. Yap, mereka nikah di umur 43 tahun. Iya,
sepanjang jalan kenangan emang perjuangan mereka.
Buku ini terdiri dari 2 buku. Sebenernya 1 sih, Cuma satu lagi
itu novela yang isinya POV Jagad sebelum dan sesudah ulang tahun Nana. Serius,
nggak bakalan nyesel baca ini.
Nggak ada hal yang
sia-sia, walaupun perjuangan ini terasa sia-sia. Kalimat ini ada di halaman pertama buku. Aku inget banget
dulu, ketika masih baca di wattpadnya, aku sempet mikir, kenapa judulnya
seperti ini? padahal kan perjuangan mereka sia-sia banget.
Dan setelah membaca bukunya, aku paham. Sebuah jalan yang kita
lewati, sebuah peristiwa yang terjadi akan membawa kita kepada hal yang lebih
baik. Tidak akan ada yang sia-sia walaupun ketika menjalaninya terasa sangat
sia-sia.
Aku menutup buku ini dengan senyum sambil nangis. Bahagia,
sekaligus nggak nyangka mereka segila ini. Aku senyum karena Nana benar-benar strong woman I wanna be dan Jagad yang
selalu ada untuknya. I think they were
made for each other.
Banyak yang mau aku ceritain tentang buku ini, tapi aku nggak
mau spoiler. So, kalau kalian mau sharing
atau spoiler, jangan ragu untuk komen postingan ini atau DM aku di instragram
@yukachau_
Oh iya, buku ini SP alias self
publish. Jadi kalian nggak bisa ketemu bukunya di toko buku. Coba kalian
kontak penulisnya di ig @katapradnya dan @paramyths atau wattpad
@pradnyaparamyths.
See you

Komentar
Posting Komentar